Orientasi Mahasiswa Joint Doctoral Degree Program PPs UNY – TUD Jerman

Joint Doctoral Degree antara Prodi PTK PPs UNY dengan  Technishe Universitat Dresden (TUD) Jerman adalah program  unggulan yang sangat strategis. Hal ini adalah anak kandung  yang sangat dikehendaki kelahirannya dan harus dipelihara dan dibesarkan. Itulah yang ditekankan oleh  Prof. Dr. Supriadi Rustad, M.Si. dalam orientasi mahasiswa baru program Joint Doctoral Degree pada hari Jumat, 6 Maret 2015 di Aula PPS UNY.

Dalam makalah yang berjudul “Pengembangan Sumber Daya Manusia Berdaya Saing Global (Asean Economic Community 2015”), mantan Pembantu Rektor bidang Akademik UNNES ini menyampaikan bahwa  program kerjasama ini dapat digunakan sebagai program untuk menjawab tantangan dan kebutuhan Masyarakat Ekonomi ASEAN yang memberi dampak pada (1) adanya saling pengakuan kompetensi dan kualifikasi SDM; (2) Mobilitas orang; (3) Mobilitas jasa (termasuk pendidikan); (4) Mobilitas barang.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut Pemerintah Indonesia  telah melakukan  perbaikan berbagai peraturan dan kebijakan, seperti menerbitkan UU Guru dan Dosen, UU Pendidikan Tinggi, UU Pendidikan Kedokteran, UU KeInsinyuran, UU Keperawatan, UU Ketenagakerjaan, dan berbagai turunannya. Peraturan tersebut guna menyiapkan rambu-rambu tenaga asing yang masuk ke Indonesia dan mutu lulusan pendidikan tinggi agar mampu bekerja lintas batas wilayah, seperti mengokohkan system uji kompetensi profesi. Impelementasinya pada kerjasama untuk memobilisasi mahasiswa (AIMS/ASEAN International Mobility for Student), mobilisasi dosen (SAME program), dan joint research. Kompetisi yang ada di wilayah ASEAN (olah raga, seni), dan kerjasama U to U serta bilateral dua negara dan sebagainya.

“Harmonisasi dalam regulasi, Indonesia menjadi wakil Task Force untuk menyusun ASEAN Qualification Reference Framework (AQRF) berkomitmen untuk saling berbagi informasi tentang pendidikan tinggi, terutama 8 area profesi yang sudah disepakati, “lanjut Direktur Diktendik DIKTI ini.

Dalam akhir paparannya beliau berpesan agar mahasiswa Joint Doctoral Degree PTK memperhatikan KKNI  (Level 9) yaitu kompetensi: mampu mengembangkan pengetahuan, teknologi, dan/atau seni baru di dalam bidang keilmuannya atau praktek profesionalnya melalui riset, hingga menghasilkan karya kreatif, original, dan teruji. Selain itu, mampu memecahkan permasalahan ilmu pengetahuan, teknologi, dan atau seni di dalam bidang keilmuannya melalui pendekatan inter, multi, dan transdisipliner. “Pada akhirnya mampu mengelola, memimpin, dan mengembangkan riset dan pengembangan yang bermafaat bagi ilmu pengetahuan dan kemaslahatan umat manusia, serta mampu mendapat pengakuan nasional dan internasional, “tutupnya.

Sebelumnya, WR I UNY, Drs. Wardan Suyanto, M.A., Ed.D. mewakili Rektor berkenan membuka acara ini. Dalam sambutannya beliau mengharapkan semua mahasiswa bekerja keras dan memahami gaya belajarnya masing-masing untuk mewujudkan semua kebutuhan penyelesaian studi program ini. Selain meningkatkan skill bahasa Inggrisnya juga pengetahuan bahasa dan budaya Jerman.Pada kesempatan ini pula beliau menyampaikan pengalaman suka duka belajar di negeri orang.

Seperti dengan orientasi sebelumnya mahasiswa juga diberikan tentang wawasan akademik oleh Prof. Pardjono, Ph.D., administrasi keuangan oleh Prof. Dr. Muhyadi, dan wawasan keprodian PTK oleh Prof. Soenarto, Ph.D.

Selepas istirahat, disampaikan Wawasan ICT dan Lab Komputer oleh Prof. Herman Dwi Suryono, Ph.D. dan Pengetahuan tentang Perpustakaan UNY oleh Nurkhamid, Ph.D. Sebanyak sebelas mahasiswa peserta program ini sangat antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Turut hadir dalam perkuliahan perdana ini Direktur PPs UNY, Prof. Dr. Zuhdan K. Prasetyo, M.Ed., kaprodi PTK Prof. Soenarto, Ph.D., sekprodi, Dr. Putu Sudira, dosen Prodi S3 PTK antara lain Prof. Djemari Mardapi, Ph.D., Prof. Slamet PH. Ph.D., Prof. Dr. Herminarto Sofyan, Soetarto HP., Ph.D.. Berkenan hadir pula WR IV, Prof. Suwarsih Madya, Ph.D., dan  Dekan FT, Dr. M. Bruri  Triyono. (Rb)

Indonesian

JURNAL